Jumat, 02 Agustus 2013

Bidang Kerja (Devisi) Talas



Teater merupakan salah satu devisi yang sejak lama terbentuk sebelum UKM Seni & Budaya Talas memiliki beberapa devisi lain, dengan kata lain, Teater merupakan akar dari UKM Seni & Budaya Talas 13 tahun yang lalu, devisi ini telah memunculkan generasi-generasi yang idealis, kreatif, berkesenian secara atraktif, bertindak secara inovatif, profesional, intelektual baik dalam hal seni & budaya maupun dalam berbagai bidang. hali ini telah nampak pada karya-karya yang telah diproduksi oleh devisi Teater. Devisi Teater UKM Seni & Budaya Talas merupakan media dakwah dan apresiasi sesorang dalam hal produksi naskah realis maupun non realis, melahirkan aktor dan aktris yang berkompoten dalam segi pemeranan tokoh, teknik penyutradaraan dan lainnya yang berkaitan dengan dunia teater. tidak hanya mengumandangkan dakwah dalam taman sendiri akan tetapi devisi Teater telah menelusuri daerah untuk menyalurkan kreativitas bahkan mendapat respon dari berbagai negara untuk selalu mengembangkan kreativitas seseorang.

Tari juga merupakan devisi yang berada di UKM Seni & Budaya Talas, keberadaan devisi ini sungguh sangat memberikan wejangan yang luar biasa untuk UKM Seni dan Budaya Talas pada khususnya dan untuk Sulawesi Selatan pada umumnya. kehadiran devisi tari ini sendiri tidak lain  bertujuan untuk tetap terus menjaga dan melestarikan budaya khususnya pada segi gerakan (Tari) yang telah diketahui bahwa Sulawesi Selatan memiliki keragaman tari, namun sesuai dengan perkembangan zaman, seni tari ini berangsur-angsur mengalami paceklik yang sungguh sangat luar biasa (hampir punah), maka dari itu devisi Tari dengan gerakannya selalu menghadirkan tarian yang tetap mengandung unsur tradisi, meskipun garapan tarian yang dipentaskan merupakan tari kreasi atau kontemporer yakni penciptaan tari dengan koreografi baru, tetapi masih di dalam kerangka disiplin tradisi tari tertentu yang masih terjaga. Sebagai hasilnya, munculah beberapa tari kreasi baru. Tari kreasi baru ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang telah sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni tari tradisional.

Devisi Sastra merupakan devisi yang juga telah ada sejak UKM Seni & Budaya Talas ada, Tujuan utama terciptanya devisi sastra merujuk kepada “kesusastraan” atas sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu bisa pula merujuk kepada  sastra lisan (sastra oral) yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu. Cerpen, Sajak, Puisi, Cerita Rakyat, Gurindam, pantun Bahasa yang penuh makna dan tersirat sebagi bentuk ungkapan ataupun inspirasi serta  aspirasi telah membantu para rekrutan UKM Seni & Budaya Talas menjajaki kehidupan di berbagai bidang kehidupan secara positif seperti contoh bentuk demonstrasi yang condong anarkis kepada pemerintah, lewat devisi sastra dirubah menjadi sebuah bait puisi yang lebih elegan dalam beraspirasi.
Selain itu devisi Sastra juga merupakan wadah untuk menjaga, melestraikan dan mengembangkan segala bentuk sastra.

Devisi Musik Adalah devisi yang ada di UKM Seni & Budaya Talas yang lebih menekankan pada segi bunyi/suara. Mengingat perkembangan musik tradisi yang sudah mulai tergeser oleh peradaban luar maka sebagai wujud kepedulian devisi ini diberadakan, musik tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga untuk ekspresi kebudayaan berdasarkan kesadaran nasional dengan cita-cita menuju humanisme dan religiositas dan memandang musik sebagai seni serius dan ilmu pengetahuan. musik  perlu dipelajari secara serius, tidak semata-mata hanya melantunkan sebuah syair tak bermakna tetapi mengumandangkan syair yang kaya akan makna. Keberadaan devisi musik di UKM Seni & Budaya Talas meskipun melahirkan beberapa karya-karya yang terkesan modern namun tetap tidak pernah lepas dari segi tradisi yang ada di dalamnya, seperti penggunaan alat musik yang dikolaborasikan serta lantunan syair yang terkombinasikan pula, semua ini dilakukan semata-mata agar cita rasa musik tradisi bisa membaur dengan genre musik apapun dan akan tetap terus terjaga keberadaannya.

       Keindahan bentuk lukisan dan corak pada suatu objek yang mempunyai nilai adalah karya yang diciptakan oleh Devisi Rupa & Desain yang sebelum periode ke-4 devisi ini bernama Devisi Rupa. keberadaan devisi Rupa & Desain mengisyaratkan kepedulian terhadap seni yang lebih mengarah kepada bentuk dan desain, devisi ini telah melahirkan banyak karya seperti lukisan, kriya, abstrak, kaligrafy, kerajinan tangan,desain exterior/interior, juga melahirkan banyak desain layout melalui media komputer. Devisi Rupa & Desain sangat berpengaruh terhadap devisi-devisi lain karena selalu ikut terlibat dalam setiap bentuk pementasan seperti setting panggung dan penggunaan properti. 
 
Mengabadikan setiap moment atau peristiwa dengan menggunakan mata lensa adalah Devisi yang bernama Photografy. Devisi ini pada awalnya bernama Devisi Cinematografy karena berbaur dengan devisi Film, namun di periode kedua devisi Cinematografy ini dipisah menjadi dua, yakni devisi Foto dan devisi Film, devisi ini lebih condong ke teknik pengambilan gambar dengan hasil tanpa gerak dan audio visual. Keberadaan devisi photografy telah banyak memberikan banyak kontribusinya kepada UKM Seni & Budaya Talas, karena tanpa sadar hasilnya menjadi arsip setiap moment kegiatan yang dilaksanakan selain itu photografy juga berkontribusi menyalurkan karyanya di beberapa media cetak.

Devisi Film UKM Seni & Budaya Talas yang dikenal dengan sebutan Cinema Talas 9 (CT-9) merupakan devisi yang dulunya bergabung dengan devisi Fotografy dan disebut Cinematografy, sedikit berbeda dengan devisi foto, devisi Film lebih menekankan pada teknik/tata cara keproduksian secara audio-video, mulai dari tahap pra produksi, produksi sampai tahap pasca produksi. Keberadaan devisi Film di UKM Seni & Budaya Talas telah melahirkan banyak SDM yang secara mandiri mampu menciptakan karya audio-video, yang tentunya meskipun alat dan perlengkapan yang digunakan di dominasi oleh alat-alat modern, namun tetap melibatkan unsur-unsur budaya & tradisi lewat penggambaran ide cerita.

         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar